Deklarasi Madrasah Ramah Anak

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Deklarasi Madrasah Ramah Anak

Pagi itu suasana di MTsN 1 Trenggalek nampak ramai. Dua banner berukuran cukup besar memancing perhatian, ditempel di dua tempat. Yang pertama banner tentang satu hari belajar di luas kelas. Dan yang kedua tentang deklarasi ramah anak. Seperti telah beredar beberapa waktu sebelumnya, bahwa pada tahun 2019 ini, semua lembaga pendidikan diwajibkan untuk menyelenggarakan satu hari belajar di luar kelas. Kegiatan ini dalam rangka peringatan hari anak internasional yang diperingati setiap tanggal 7 November.

Terkait dengan peringatan tersebut, kegiatan diawali dengan apel di lapangan tengah. Tahun ini, seremonial Satu Hari Belajar di Luar Kelas hanya diikuti oleh kelas VII. Kepala madrasah yang bertindak selaku pembina apel banyak menjelaskan tentang latar belakang hari anak internasional tersebut.

Selanjutnya, setelah apel, dikhususkan kepada kelas 7 (ada 12 kelas) untuk berada di luar kelas semuanya. Dengan didampingi wali kelas masing-msing mereka berkegiatan. Dimulai dari makan Bersama yang diawali dengan doa, permainan tradisional sampai dengan kegiatan membaca sebagai wujud dari  budaya berlitarasi. Kegiatan selesai menjelang pukul 10 .00 WIB.

Beberapa menit kemudian, gong atau puncak peringatan hari anak nasional di MTsN 1 Trenggalek ditandai dengan DEKLARASI MADRASAH RAMAH ANAK. Istilah yang belum begitu popular ini sebenarnya di MTsN 1 Trenggalek telah dimulai pada awal tahun 2019. Pada waktu-waktu tersebut, seluruh stakeholder madrasah mengikuti diklat ramah anak. Maka, dengan dideklarasikannya sebagai madrasah ramah anak semakin meniscayakan betapa berpihaknya Lembaga kepada kepentingan anak yang notabene adalah obyek utama dalam kegiatan pembelajaran.

Rangkaian seremonial yang telah lama dinantikan ini dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB. Bertempat di lapangan tengah, acara dapat berlangsung dengan lancar. Acara yang dipandu oleh Salma Rizky (siswi kelas 9F) ini dihadiri oleh H.Moh. Badrudin, M.SI, selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek dan H. Mahsun Ismail, MM sebagai ketua komite. 

Deklarasi Madrasah Ramah Anak dilaksanakan secara sederhana, yakni dalam bentuk apel di lapangan. Walaupun demikian, acara yang berlangsung dengan khidmat ini tetap mendapatkan apresiasi dari pejabat nomor satu di Kemenag Trenggalek. Hal tersebut terungkap dalam sambutannya saat beliau diberi kehormatan sebagai pembina apel.

Saat menyampaikan sambutannya, pak Badrudin menunjukkan keberpihakannya terutama kepada kalangan siswa. Mengingat kegiatan apel dilaksanakan mulai pukul 10.00, saat mentari sudah berada di atas kepala, pak Bad (demikian panggilan akrabnya) tidak memperjang materi sambutan. Sebelum secara resmi mendeklarasikan Madrasah Ramah Anak (MRA), setidaknya ada tiga pesan yang beliau sampaikan kepada segenap yang hadir. Salah satu di antaranya, bahwa dengan adanya deklarasi sebagai Madrasah Ramah Anak (MRA) hendaknya MTsN 1 Trenggalek bisa semakin meningkatkan rasa aman khususnya bagi peserta didik. Situasi aman tersebut mencakup; aman dari potensi bahaya karena kondisi fisik bangunan, aman dari gangguan psikis maupun fisik, baik dari sesama siswa maupun kalangan dewasa, dan juga aman dari pornografi maupun pornoaksi. Di penghujung sambutannya, pak Badrudin mengingatkan kepada stakeholder madrasah agar deklarasi tersebut bukan sekedar deklarasi yang tanpa bukti, tetapi harus ditindaklanjuti dengan aksi atau tindakan nyata.   

Beberapa saat setelah sambutan, secara simbolis Deklarasi Madrasah Ramah Anak ditandai dengan penandatanganan berkas, pembubuhan tanda tangan di sebuah banner bukti komitmen bersama dan pelepasan balon oleh Kepala Kemenag didampingi ketua komite dan kepala madrasah.

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar