WhatsApp Image 2020-07-17 at 09.32.19

Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Mahasiswa Universitas Madinah Ceramahi Guru MTsN 1 Trenggalek

Jum’at, tanggal 17 Juli 2020 adalah Jum’at pertama di tahun pelajaran 2020/2021. Pada Jum’at pagi di pekan pertama tersebut, dewan guru dan karyawan tampak telah bersiap di aula depan. Sebuah ruangan yang didesain untuk tempat shalat berjamaah selama masa pembangunan masjid berlangsung. Sekitar jam 07.30 tampak seorang pria dengan tinggi semampai, berwajah kalem, mengenakan baju almamater dan kupluk (penutup rambut dari serat kain) putih berada di hadapan warga madrasah yang telah bersiap sebelumnya. Dialah santri atau mahasiswa Universitas Madinah yang pada kesempatan itu diundang untuk memberikan siraman rohani kepada para warga madrasah. Namanya  Yoshi Putra, yang ternyata adalah warga asli Trenggalek. Tepatnya lahir di desa Jatiprahu, kecamatan Karangan.

Demi memenuhi permintaan pimpinan madrasah, Yoshi yang notabene termasuk alumnus madarasah tahun 2010 tersebut memberikan siraman rohani atau ceramah dengan tema seputar al-Qur’an. Entah, sebuah pembahasan yang telah dirancang sebelumnya, ataukah tema dadakan. Karena Yoshi memulai ceramahnya dengan mengawali sebuah sindiran terhadap salah satu banner di dinding depan. Sebuah banner yang bertuliskan arab, yang tak lain adalah sebuah hadits.

Berawal dari hadits itulah, Yoshi –nama panggilan akrabnya—banyak menguraikan tentang fadhilah al-Qur’an. Point utama isi ceramahnya adalah siapapun yang bersinggungan dengan al-Qur’an pasti mendapatkan keistimewaan. Ia mengawali dari tokoh/figur yang terkait dengan turunnya al-Qur’an. Dari malaikat yang menjadi perantara al-Qur’an, nabi yang diutus untuk menyampaikan al-Qur’an, tempat dan bahkan bulan yang di dalamnya turun al-Qur’an semuanya mendapatkan keistimewaan. Oleh karenanya, Yoshi yang juga bertitel SH tersebut, menyemangati warga madrasah untuk selalu berdekat-dekat dengan al-Qur’an. “Membaca al-Qur’an itu berpahala. Satu huruf diganjar dengan 10 kebaikan, “ demikian salah satu motivasinya. Maka, tepatlah, ceramah ustadz yang alumni tahun 2010 tersebut dengan situasi di MTsN 1 Trenggalek. Karena di MTs yang bersebelahan dengan TMP ini, dewan guru dan karyawan telah terbiasa berkegiatan dengan membaca al-Qur’an. Kegiatan dimaksud terwadahi dalam sebuah program yang disebut dengan OWOJ (One Week One Juz) untuk kalangan dewan guru dan karyawan. Program itu bahkan ada dua grup, mengingat jumlah personel warga yang lumayan banyak. Dan sampai saat ceramah itu berlangsung, program OWOJ telah berjalan selama 145 putaran. Barakallah lana wa lakum..

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar