Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Peringati Tahun Baru Hijriyah, MTsN 1 Trenggalek Hadirkan Dai Lulusan Kairo

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun baru Hijriyah selalu diperingati di MTsN 1 Trenggalek. Terkait dengan situasi di masa pandemi, tentu format kegiatan juga perlu penyesuaian. Pada tahun ini peringatan dikemas dalam acara tunggal, yaitu pengajian ataupun ceramah keagamaan. Maka dipilihlah salah satu dai yang cukup terkenal di wilayah kabupaten Trenggalek sebagai muballigh dalam peringatan keagamaan tersebut.

Kegiatan peringatan yang dihadiri oleh guru dan karyawan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 22 Agustus 2020. Demi terpenuhinya protokol kesehatan, maka acara bertempat di luar ruangan, yakni tepat di depan kantor TU yang atapnya belum lama ini direnovasi. Selain semuanya dipastikan mengenakan masker, penataan kursi pun disetting sesuai protokol kesehatan, yakni berjarak 1 meter-an.

Acara dimulai tepat pada pukul 9.15. Dipandu oleh Masrotun Choiriyah, S.Pd selaku pembawa acara, kegiatan keagamaan ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan karyawan. Total hadirin berjumlah 93 orang. Semua hadirin mengenakan busana muslim. Setelah pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an yang dalam kesempatan tersebut dibacakan oleh Ananda Syafna Masayu, siswa kelas 8B.

Selesainya qiraatul Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia dan kepala madrasah. Menempati acara inti adalah taushiyah dari ustadz Anang Wahid Cahyono, Lc.,M.HI.  Dalam uraian pesan-pesan keagamaannya, banyak penjelasan yang dapat diambil hikmahnya oleh para hadirin. Kemahirannya mengolah kata, juga bacaan lafadz-lafadz al-Qur’an yang fasih dan berirama menggiring hadirin untuk menyimak dengan khidmat.  Ustadz kelahiran 1984 ini juga piawai memainkan emosi hadirin, sehingga ceramah berjalan secara dinamis. Ada kalanya khidmat mendengarkan bacaan dalil -dalil yang dikutip, di saat lain, tampak tersenyum karena sindiran sang ustadz. Tak jarang pula, tawa berderai dari hadirin saat dipancing oleh joke-joke segar ustadz Anang. Semoga taushiyah yang disampaikan mampu menanamkan pesan-pesan agama ke sanubari warga MTsN 1 Trenggalek.

Banyak nian hikmah yang dapat dipetik dari ceramah dai muda tersebut. Setidaknya ada dua point utama yang dapat disarikan. Pertama, tentang pentingnya bersyukur. Melalui penyampaian yang lugas nan jelas, disampaikan bahwa apapun profesi dan keadaan yang dialami, kita harus tetap pandai-pandai bersyukur. Kemampuan bersyukur inilah yang akan membawa ketenangan dalam menapaki kehidupan, tak terkecuali ketika sudah berbaur di dunia kerja.

Yang kedua, pentingnya meningkatkan profesionalisme kerja. Penjelasan point kedua ini sempat pula dikaitkan dengan besaran gaji seorang PNS. Peningkatan profesionalisme seorang guru atau abdi negara ini dikaitkan dengan pemahaman secara luas dari kata “shalihat” yang selalu bergandengan dengan kata “amanu” di salah satu ayat yang menjadi hujjahnya. Jadi, kata sang ustadz, “amal shalihnya seorang guru itu adalah bagaimana ia menjalankan tugasnya secara profesional dan berkualitas”. Ustadz berputra dua ini menegaskan pentingnya peningkatan etos dan profesionalisme kerja. Apalagi untuk dewan guru / karyawan di sebuah lembaga pendidikan sebesar MTsN 1 Trenggalek.

Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan lancar, dari awal sampai dengan terakhir. Sebagai penutup kegiatan peringatan tahun baru Hijriyah, semua hadirin berramah tamah di GOR yang berlokasi di belakang madrasah.

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar