Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Pesan Kamad Nomor 4 Ini Multi Tafsir …

Selasa pagi (20/04) masjid al-Huda, masjid yang menjadi kebanggaan MTsN 1 Trenggalek, tampak penuh dengan jamaah. Dari dalam masjid meluber sampai ke pinggir dekat tangga masuk. Terlihat beberapa guru berjejer, dan masih bertambah sebagian murid yang tidak kebagian tempat. Hari Selasa kemarin adalah hari pertama pelaksanaan pondok Ramadhan 1442 H. Pada kesempatan pagi itulah secara resmi kegiatan pondok Ramadhan dibuka secara langsung oleh pimpinan madrasah.

Di hadapan para jamaah duduk bersila tiga orang guru. Drs. Solikin, sebagai imam shalat Dhuha, Husein Susanto, S.PdI sebagai ketua panitia,  dan Drs. Widodo Setyadi, selaku kepala madrasah. Setelah shalat Dhuha selesai dilaksanakan, tampillah pak Husein, panggilan akrab sang ketua panitia pondok Ramadhan, mengambil kendali. Dalam rangka mengawali pembukaan, guru mapel Qur’an Hadits ini menyampaikan pesan kepada para peserta pondok Ramadhan (seluruh siswi dari kelas 7) agar betul-betul memaksimalkan kegiatan tersebut. “Tolong, kalian para peserta bisa memaksimalkan kegiatan pondok Ramadhan ini, meskipun dalam suasana pandemi”.

Kegiatan pondok Ramadhan terbagi dalam 4 gelombang. Kelas 7 putri, kelas 8 putri, kelas 7 putra dan kelas 8 putra. Acara yang merupakan tindaklanjut dari amanah Kemenag ini berlangsung selama 4 hari, dan masing-masing gelombang mendapat jatah melaksanakan pondok Ramadhan selama satu hari.  Pada hari pertama yang dihadiri oleh para siswi kelas 7 ini pondok Ramadhan dibuka secara resmi oleh kepala madrasah tepat pada pukul 07.45 WIB.

Sebelum secara resmi membuka acara, Pak Wid, sebagai pimpinan tertinggi di madrasah barat TMP Karangsoko ini setidaknya menyampaikan 4 hal.

Pertama; mengulang dan sekaligus melengkapi pesan dari ketua panitia. Para peserta pondok Ramadhan diminta agar betul-betul memanfaatkan momentum pondok Ramadhan tersebut. Dengan memaksimalkan kegiatan spesial di bulan Ramadhan, diharapkan akan bisa meningkatkan kemandirian siswa dalam beribadah. Sehingga pada hari-hari berikutnya, tingkat ketergantungan siswa saat menjalankan ibadah akan berkurang. Siswa bisa menjalankan aktifitas ibadah tanpa harus menunggu diperintah oleh guru maupun orangtuanya ketika berada di rumah.

Kedua; Kepala madrasah juga mengingatkan bahwa bukan hanya kemandirian dalam beribadah saja yang meningkat, tetapi kualitas ibadahnya juga diharapkan semakin meningkat. Siapapun orang tua pasti akan berbangga ketika melihat anaknya rajin berbibadah. Orang tua pasti bangga saat mengetahui anaknya rajin baca al-Qur’an.

Ketiga; Selanjutnya kepala madrasah mengingatkan kepada segenap peserta, jadilah kebanggaan orangtua. Sebagai anak yang bersekolah di MTsN 1 Trenggalek orangtua punya harapan agar putra putrinya mendapatkan bekal yang cukup untuk kesuksesan di masa depannya. Maka kamad berharap dan mengingatkan tentang tugas dan kewajiban anak-anak untuk bisa dijalani dengan baik, sehingga pada akhirnya pencapaian dan prestasi yang diperoleh dapat menumbuhkan rasa bangga orang tua kepada anak.

Pesan keempat, biasakan bersifat jujur. Berkomitmenlah pada kejujuran. Saat menyampaikan point keempat ini, pak Wid sempat menyinggung hasil pertemuan wali murid kelas 7 di masjid yang sama beberapa hari sebelumnya. Satu contoh, ketika orangtua menitipkan uang jariyah untuk pembangunan masjid, misalnya, maka titipan atau amanah dari orangtua itu harus segera disampaikan ke madrasah. Kepala madrasah menyampaikan seperti itu, karena saat ini pembangunan masjid sejatinya belum selesai 100%. Masjid yang murni dibangun atas swadaya wali murid itu masih terus berbenah demi kesempurnaan beberapa fasilitas untuk kenyamaan para jamaah.

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar