Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on email
Share on telegram

Tak Satu Pun Murid, Upacara HUT Proklamasi RI Tetap Terlaksana

Di tengah suasana pembelajaran yang menghendaki siswa belajar dari rumah, barangkali menjadi alasan yang logis untuk meniadakan (tidak melaksanakan) upacara karena ketiadaan peserta didik. Akan tetapi hal itu tidak berlaku di MTsN 1 Trenggalek. Pasalnya, upacara HUT ke-75 proklamasi kemerdekaan RI tetap berjalan sebagaimana tahun sebelumnya. Lantas, bagaimanakah teknisnya, jika tak ada satu pun murid yang berada di madrasah? Berikut ini ulasan singkatnya.

Beberapa hari menjelang tanggal 17 agustus, madrasah (dalam hal ini, kepala madrasah) menerbitkan surat tugas pelaksana upacara bendera. Dengan mempertimbangkan nilai penting kegiatan upacara HUT RI, maka upacara direncanakan akan berjalan seperti biasa. Hanya saja, seluruh petugas dan sekaligus peserta upacara adalah guru dan karyawan MTsN 1 Trenggalek.

Sesuai surat tugas yang diterbitkan, maka berikut ini susunan petugas upacara ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2020:

  1. Pembina Upacara : Drs.H.Agung Wiyoto, M.MPd
  2. Perwira Upacara : Budi Waluyo, S.Pd
  3. Pemimpin Upacara : Zaenal Arifin, S.Pd
  4. Pengibar Bendera : Siti Hanik Sumiati, S.Pd, Luluk Sustiana, S.Pd, Dyah Ayu Kurniawati, S.Pd
  5. Pembawa Acara : Masrotun Choiriyah, S.Pd
  6. Pembaca Doa : Drs. Sucipto

Dengan terlaksananya upacara dalam rangka peringatan HUT RI pada tahun ini, maka sejatinya akan menjadi sebuah kenangan tersendiri. Jika pada umumnya upacara di madrasah ini dihadiri oleh 1300+ peserta, maka saat pelaksanaan upacara HUT RI kemarin hanya dihadiri oleh 93 orang. Jumlah ini sesuai dengan total guru dan karyawan di madrasah yang dikepalai oleh Drs.H.Agung Wiyoto, M.Mpd tersebut. Maka, aturan protokol kesehatan untuk menjaga jarak, dengan sangat mudah dijalankan. Mengingat jumlah personel yang terbatas, maka yang bertindak sebagai korp panduan suara adalah seluruh peserta upacara.

Beberapa hal yang disampaikan pembina saat menyampaikan amanahnya, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Bahwa setiap acara peringatan PHBN/PHBI pasti mengingatkan arti penting sebuah perjuangan dan pengorbanan. Kemerdekaan yang diraih oleh RI adalah hasil perjuangan para pejuang kemerdekaan. Oleh karena itu, jiwa patriotisme harus dimiliki oleh generasi penerus sehingga bisa melanjutkan perjuangan, yang dalam hal ini adalah mengisi kemerdekaan.
  • Selama 75 tahun kemerdekaan RI sudah banyak keberhasilan yang diraih. Meski demikian masih banyak pula yang belum mampu diraih. Oleh karenanya, menjadi tugas generasi penerus untuk mewujudkannya.
  • Berikutnya merupakan pesan yang secara khusus ditujukan untuk warga madrasah. Kepala madrasah selaku pembina upacara mengajak segenap peserta upaca untuk menyukseskan visi dan misi madrasah. Siapapun dan apapun statusnya di madrasah hendaknya bisa mewakafkan dirinya untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya visi dan misi tersebut. Maka sebagai kalimat terakhir, pembina upacara menyitir dan menggubah wejangan dari pendiri organisasi Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan,  yang berbunyi, “Hidup-hidupilah madrasah, dan jangan mencari kehidupan di madrasah. Jangan tanya apa yang diberikan madrasah kepada kita, tetapi tanyakanlah apa yang sudah kita berikan untuk madrasah.”

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan Komentar