MTs Negeri 1 Trenggalek sebagai lembaga pendidikan setingkat SMP yang menjadi favorit di wilayah kabupaten Trenggalek, terus berbenah dan berkembang, baik dalam pendidikan akademik maupun non akademik. Inovasi pembelajaran dan penerapan digitalisasi dalam segala sektor di madrasah terus ditingkatkan.
Penerimaan SK sebagai madrasah SKS di medio akhir tahun 2022 menjadi pelecut MTs Negeri 1 Trenggalek untuk giat berinovasi. Program SKS yang ditetapkan oleh kementerian agama untuk jenjang pendidikan setingkat MTs dan MA ini sejatinya sejalan dengan prinsip diferensiasi dalam implementasi kurikulum pendidikan terbaru: Kurikulum Merdeka. Maka merespon hal tersebut, di semester kedua tahun 2023 MTs Negeri 1 Trenggalek memopulerkan dirinya sebagai Madrasah Setyaki (Madrasah Digital Ramah Anak Sehat Tahfidz Riset Adiwiyata SKS dan Literasi). Tahun pelajaran 2023/2024 adalah tahun pertama madrasah tsanawiyah yang dinahkodai oleh drs. Jamaluddin Malik ini menjalankan serangkaian program baru.
Ada enam program yang dijalankan demi memberikan pelayanan pendidikan yang optimal dan berdiferensiasi kepada para peserta didik. Penjelasan dari keenam program dimaksud diuraikan sebagaimana berikut:
1. Kelas KBC
KBC adalah akronim dari Kelompok Belajar Cepat. Kelas ini dihuni oleh para peserta didik yang diproyeksikan akan menyelesaikan jatah belajar enam semester dalam dua tahun. Untuk bisa menjadi peserta didik di kelas KBC melewati seleksi yang sangat ketat. Di awal tahun pembelajaran, madrasah menghadirkan wali murid kelas VII. Dalam sosialisasi tersebut, salah satu yang dipaparkan adalah mengenai pilihan program belajar di MTs Negeri 1 Trenggalek. Sebagai madrasah yang menyelenggarakan Program SKS, peserta didik dimungkinkan untuk menuntaskan belajarnya dalam dua tahun, tiga tahun dan empat tahun.
Semester satu adalah semester awal dan menentukan. Di mana hasil prestasi belajar dalam semester ini, menjadi salah satu dari lima komponen seleksi peserta didik kelas KBC. Empat komponen yang lain adalah : nilai ijazah SD/MI, tes IQ, nilai UKBM (nilai tengah semester) dan nilai BTQ (baca tulis al-Qur’an). Dari hasil seleksi menggunakan lima komponen di atas, ditindaklanjuti dengan pertemuan calon wali murid, maka tahun pertama penyelenggaran layanan SKS dua tahun di MTs Negeri 1 Trenggalek menetapkan peserta didik sejumlah 29 anak.
Beban belajar yang ditempuh dari keseluruhan mata pelajaran dalam setiap minggu, bulan dan semester selama 2 tahun menjadi proses pembelajaran dan pengalaman siswa-siswi KBC. Maka demi suksesnya program layanan SKS, pelaksanaan program ini ditangani oleh tim khusus yang mendapatkan SK dari madrasah. Koordinasi yang efektif, dinamis dan progressif sesama tim tentu tidaklah cukup sebagai modal menyukseskan program layanan SKS jalur cepat ini. Namun, relasi yang harmonis dan intensif wajib hukumnya terjalin antara pihak madrasah dan paguyuban wali murid KBC.
Beban belajar di tahun pertama yakni semester 1 diselesaikan dalam 6 bulan, semester 2 ditempuh selama 3 bulan dan semester 3 selama 3 bulan. Di tahun kedua, semester empat dan lima, masing-masing ditempuh dalam tiga bulan. Dan semester enam akan dijalani dalam masa enam bulan. Mengingat para peserta didik Kelas KBC adalah manusia yang berada di tahap remaja, kemandirian dan semangat belajar penuh dinamika. Maka perjalanan para peserta didik mengarungi situasi pembelajaran di Kelas KBC senantiasa dikawal oleh PA, yakni Nuryanah, M.Pd, dan koordinator tim SKS, yakni M.Muiz El Hakim, S.HI serta tak lupa, guru BK: Indi Setyani, S.Pd. Di saat para pengajar seringkali terjebak berkonsentrasi pada ketuntasan materi, dari sisi pendampingan mental, kepribadian, spiritual dan religius diperankan oleh tiga guru tersebut dan sesekali mendapatkan binaan khusus dari Waka Kurikulum, Sarlim, S.Pd dan kepala madrasah, Jamaluddin Malik, M.A.
Berkat totalitas kehadiran dan kerja sama semua pihak, pernak pernik permasalahan di kelas percepatan ini mampu diselesaikan dengan baik. Walhasil, semua kegiatan dan target pembelajaran berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
2. Kelas Tahfidz
Kelas ini adalah wujud nyata inovasi madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang berdiferensiasi kepada peserta didik. Bertahun-tahun sebelumnya, kegiatan tahfidz al-Qur’an diposisikan sebagai kegiatan ekstra kurikuler. Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut bahwa input peserta didik sebagian di antaranya sudah mengantongi hafalan sebanyak 1 juz. Sebagai informasi bahwa salah satu jalur seleksi PPDBM di madrasah yang berlokasi di barat TMP Karangsoko Trenggalek ini adalah jalur tahfidz.
Demi mewadahi para peserta didik yang berhasil masuk menjadi siswa MTs Negeri 1 Trenggalek lewat jalur tahfidz, maka pada tahun pelajaran 2023/2024, lebih tepatnya mulai semester kedua, madrasah menetapkan satu kelas tersendiri, yaitu Kelas Tahfidz. Suatu kelas yang menaungi para peserta didik yang berangkat dari jalur tahfidz. Namun, juga tidak menutup kemungkinan, bagi peserta didik bukan dari jalur tahfidz, tetapi ada minat untuk mendalami kegiatan hafalan al-Qur’an. Siswa kelas tahfidz pada tahun ajaran 2023-2024 berjumlah 26 siswa. Guru yang diamanahi untuk menjadi PA kelas ini adalah M.Muiz El Hakim, S.HI, dan koordinator tim tahfidz dipercayakan kepada Husein Susanto, S.Pd.I
Target dari Kelas Tahfidz ini adalah para peserta didik mampu menambah hafalan al-Qur’an satu juz per semester. Jika saat mendaftarkan diri menjadi peserta didik MTs Negeri 1 Trenggalek para siswa sudah mengantongi hafalan satu juz, yakni juz 30, maka diharapkan di akhir semester dua ini para peserta didik Kelas Tahfidz akan mampu memiliki hafalan sebanyak dua juz, yakni juz 30 dan juz 1. Untuk mendukung terwujudnya program tahfidz, madrasah menghadirkan dua orang hafizhah guna mendampingi kegiatan tahfidzil Qur’an di salah satu kelas inovasi tersebut. Secara rutin, tiga hari dalam seminggu, para peserta didik kelas Tahfidz membaca ayat-ayat yang sudah ditentukan, mengulang kembali hafalan dan menambah hafalannya. Di luar tiga hari tersebut, dengan fasilitas sound system di ruang kelas, para peserta didik setiap pagi bertadarrus bersama-sama. Demi meningkatkan keseriusan para peserta didik menekuni hafalan al-Qur’an, menjelang liburan akhir tahun pelajaran ini, dua orang hafidzah pendamping kelas Tahfidz sudah menyatakan kesiapan jika rutinitas kegiatan tahfidzhil Qur’an selama liburan tetap berjalan, meskipun para peserta didik yang lain menikmati liburan.
3. Kelas Bilingual
Kelas Bilingual adalah varian kelas inovasi berikutnya yang didesain oleh madrasah. Dalam prakteknya, kelas ini terbagi dalam dua kelompok: Kelas Bahasa Inggris dan Kelas Bahasa Arab. Kelas Bahasa Inggris yang menjadi PA nya adalah Nyaris Andriani, S.Pd.I dan bertugas sebagai koordinator program yakni Lumatun Nuroniyah, S.Pd. Sementara Kelas Bahasa Arab yang diamanahi sebagai PA adalah Nur Hidayati, S.S, dan bertanggung sebagai koordinator pengembangan program, Iswati, M.Pd.I
Tujuan atau target utama dari Kelas Bilingual adalah meningkatkan penguasaan materi pelajaran, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam berbahasa serta mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar sesuai pilihan kelasnya.
Saat dimintai penjelasan terkait program Kelas Bahasa Inggris, Lumatun Nuroniyah, S.Pd dengan bersemangat memberi penjelasan sebagai berikut:
“Dalam rangka mengembangkan kemampuan berbahasa internasional yakni bahasa Inggris, para peserta didik di Kelas BILINGUAL akan mengikuti beberapa program kegiatan pengembangan dan pendalaman pembelajaran bahasa Inggris yaitu :
a. Program Mingguan (talent day); tujuannya untuk meningkatkan confident siswa untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi.
b. Program bulanan (movie day); tujuannya meningkatkan reading, writing, listening dan speaking skills
c. Program semester (Fun English weekend) bekerjasama dengan English Course Gazebo, tujuannya untuk meningkatkan motivasi siswa bahwa belajar bahasa Inggris itu menyenangkan/ have fun.
d. Program tahunan (English Camp) bekerja sama dengan salah satu pengembang bahasa internasional di kampung Inggris yang ada di Pare Kediri, tujuannya membuka wawasan siswa dengan dunia luar, strategi pembelajarannya berbeda dengan pembelajaran formal, dan metodenya bisa meningkatkan siswa agar bisa percaya diri dalam berbahasa Inggris.
Dalam waktu dekat ini, yakni di bulan Juli 2024, Kelas Bilingual bersiap melaksanakan kegiatan di luar madrasah yang dinamai English Camp untuk Kelas Bahasa Inggris. Sebagaimana disebut di atas, tempat kegiatan adalah Kampung Inggris di Pare Kediri dalam waktu satu minggu. Sedangkan kelas Bahasa Arab mengadakan kegiatan serupa, yakni Arabic Camp. Menurut informasi, bahwa Arabic Camp akan dilaksanakan langsung di kompleks UNIDA (Universitas Islam Darussalam) Gontor Ponorogo. Kegiatan peningkatan skill di bidang bahasa Arab ini merupakan hasil dari kerja sama dengan Fakultas Pendidikan Bahasa Arab di kampus milik PPM Gontor Ponorogo tersebut.
4. Kelas Digital
Varian kelas inovasi berikutnya adalah Kelas digital. Dibanding dengan kelas yang lain, kelas ini memiliki intensitas penggunaan produk informasi dan teknologi kekinian paling tinggi. Dikawal oleh Siswantoro, S.Pd sebagai PA dan Mansyur Hidayat, M.Pd.I sebagai koordinator Kelas Digital, pembelajaran berbasis digital sangat diutamakan di kelas ini. Di sisi yang lain, dukungan yang sangat positif dari paguyuban wali murid menjadikan kelas ini memiliki akses internet terbaik dibanding dengan ruang kelas-kelas yang lain. Hal ini kemudian berpengaruh kepada strategi pengajaran yang dikondisikan untuk selalu memanfaatkan teknologi digital, seperti penggunaan multimedia, video pembelajaran, dan simulasi interaktif. Sehingga integrasi teknologi dalam berbagai mata pelajaran seperti Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan lainnya berjalan secara mudah.
Selain proses belajar mengajar yang sudah berbasis digital, tim pengelola Kelas Digital juga melaksanakan bimbingan khusus terkait peningkatan skill para peserta didik Kelas Digital. Dalam waktu seminggu tiga kali, dipandu oleh Mustangin Asyhari, M.Pd.I, salah satu tim kreatif MTs Negeri 1 Trenggalek, para peserta didik yang berjumlah 28 orang mendapatkan bimbingan langsung terkait pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai aplikasi pendukung aktifitas konten kreator populer saat ini dan coding. Pembelajaran Canva dan coding di madrasah dapat memberikan manfaat besar bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan kreatif dan teknis yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan menggabungkan Canva dan coding dalam kurikulum, siswa dapat mengembangkan keterampilan desain dan pemrograman yang akan sangat berguna di masa depan, baik dalam konteks pendidikan lanjutan maupun karir profesional.
5. Kelas Olimpiade
Kelas Olimpiade adalah varian kelas inovasi berikutnya di MTs Negeri 1 Trenggalek. Tujuan utama dibentuknya kelas ini adalah sebagai persiapan menghadapi kegiatan perlombaan/kompetisi akademik, khususnya di bidang matematika dan IPA. Baik di tingkat lokal, regional, provinsi, nasional dan internasional. Sebagai PA di kelas ini adalah Wiwik Widiastuti, S.Pd dan Masrotun Choiriah, S.Pd sebagai koordinator program.
Seperti dua kelas inovasi sebelumnya, di kelas pembibitan calon peserta lomba akademik ini para peserta didik mengikuti kegiatan jam tambahan sesuai hasil kesepakatan tim pengelola program dan paguyuban wali murid.
6. Kelas Orseni (Olahraga & Seni)
Tujuan utama dari dibentuknya kelas ini adalah sebagai pemusatan para peserta didik dengan potensi kuat di bidang olahraga dan seni. Dengan menempatkan para peserta didik tersebut di satu lokasi kelas, diharapkan akan lebih mudah mengelola kegiatan penguatan di masing-masing potensi dengan tetap memperhatikan keberadaan mata pelajaran secara umum. Nantinya madrasah akan mendesain strategi pengelolaan pembelajaran sedemikain rupa, sehingga potensi terbaik peserta didik dapat terasah dengan optimal, sementara tanggung jawab sebagai peserta didik terkait dengan mata pelajaran lain juga dapat berjalan dengan baik.
Di tahun-tahun sebelumnya, madrasah sebenarnya sudah mengelompokkan para peserta didik dengan potensi terbaik di bidang olahraga dan seni dalam beberapa kelas. Namun, belum sampai disebut sebagai Kelas Olahraga, ataupun Kelas Seni. Seiring perjalanan waktu dan memperhatikan strategi pengelolaan kelas di madrasah lain, pengelompokan peserta didik yang sebelumnya berjalan, dinilai belum optimal, karena sebagian pemilik potensi terbaik lain masih tersebar di banyak kelas. Oleh karenanya, mulai tahun pelajaran 2024/2025 Madrasah pimpinan Jamaluddin Malik, bersiap meningkatkan penguatan peserta didik pemilik potensi terbaik di bidang olahraga dan seni dengan mewujudkan adanya Kelas Orseni (Olahraga & Seni).
7. Kelas Diniyah
Varian kelas inovasi yang disebut terakhir ini akan diberlakukan mulai tahun pelajaran 2024/2025. Menurut inisiator kelas diniyah, yakni Jamaluddin Malik, M.A, bahwa tujuan utama diadakannya kelas ini adalah sebagai tempat pemusatan pembinaan peserta didik dengan konsentrasi penguasaan baca tulis Al-Qur’an.
Menilik hasil tes kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekitar dua tahun yang lalu, sebagian peserta didik MTs Negeri 1 Trenggalek masih termasuk dalam kategori di bawah kriteria. Tes yang pada saat itu, tim pengujinya adalah dewan asatidz bentukan Komite Madrasah, kiranya menjadi salah satu landasan dianggap pentingnya pengelompokkan peserta didik dengan kemampuan BTQ di bawah standar untuk berada dalam Kelas Diniyah. Namun, juga tidak menutup kemungkinan, peserta didik di kelas ini nantinya juga akan mendapatkan tambahan materi keagamaan berbasis kitab kuning.
Demikianlah, uraian tentang langkah strategis MTs Negeri 1 Trenggalek sejak setahun terakhir. Menjalankan serta memaksimalkan pelbagai kelas inovasi di atas, akan menjadikan output madrasah semakin optimal dan berdaya saing tinggi di tengah semakin meningkatkan kompetisi antar madrasah. Semoga MTs Negeri 1 Trenggalek tetap menjadi madrasah favorit di lingkungan Trenggalek, dan semakin bersaing di level daerah yang lebih tinggi lagi.