Sabet Juara 2 Nasional, Siswi MTsN 1 Trenggalek Guncang Ajang EXFRESH 2026 dengan Inovasi Tinta Organik

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswi terbaik MTs Negeri 1 Trenggalek di kancah nasional. Pada Sabtu, 25 April 2026, delegasi riset madrasah berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Excellent Festival of SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong (EXFRESH) yang diselenggarakan di Probolinggo. Mengusung tema besar “Living Religiously with Science and Technology”, kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bahwa nilai-nilai religiusitas dapat berjalan selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dua siswi bertalenta, Hana Nur Azizah dari kelas VIII Olimpiade dan Refinda Virgin Eka Zainunnia dari kelas VIII Agama, menjadi representasi madrasah dalam babak final Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Keduanya tampil percaya diri mempresentasikan karya ilmiah mereka di hadapan dewan juri nasional dan internasional. Keikutsertaan MTsN 1 Trenggalek dalam ajang ini didasari oleh semangat untuk mengasah daya kritis siswa, mengingat SMA Unggulan Haf-Sa sebagai tuan rumah dikenal luas sebagai lembaga pendidikan yang memprioritaskan riset sebagai pilar utama pembelajarannya.

Inovasi yang membawa mereka ke podium juara berjudul “ECO-INK REVOLUTION: Transformasi Getah Pisang Menjadi Tinta Marker Organik sebagai Solusi Alat Tulis Berkelanjutan”. Riset ini menawarkan solusi cerdas atas permasalahan limbah kimia pada alat tulis konvensional dengan memanfaatkan bahan alami yang melimpah di lingkungan sekitar. Di hadapan para penguji, Hana dan Refinda berhasil mempresentasikan dan mempertahankan argumentasi ilmiah mereka dan menunjukkan keunggulan produk tinta organik yang ramah lingkungan serta ekonomis.


Ketangguhan mental para siswi ini teruji melalui ketatnya proses penjurian yang diisi oleh para pakar lintas negara. Bertindak sebagai dewan juri adalah para akademisi yang pakar dibidangnya di antaranya Prof. Yap Wing Fen, Ph.D. dari Department of Physics Universiti Putra Malaysia (UPM), Prof. Ir. Sigit Tri Wicaksono, Ph.D. dari Departemen Teknik Material ITS, serta Prof. Dr. Ahmad Taufik, M.Si. dari Departemen Fisika Universitas Negeri Malang (UM). Kolaborasi strategis antara penyelenggara dengan kampus-kampus ternama ini menjadikan atmosfer perlombaan terasa sangat kompetitif dan prestisius.

Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) MTsN 1 Trenggalek, Masrotun Choiriah, S.Pd., mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian ini. Beliau menyebutkan bahwa momen ini merupakan titik balik bersejarah bagi tim riset madrasah. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa membanggakan. Selama delapan tahun saya membina KIR, baru kali ini kita mendapatkan perolehan yang sangat gemilang. Proses penjuriannya pun sangat menantang, dengan dewan juri yang memiliki keilmuan mumpuni, atmosfernya serasa sedang mengikuti sidang tugas akhir perkuliahan,” ujarnya saat memberikan konfirmasi.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa-siswi MTsN 1 Trenggalek untuk terus berinovasi dan tidak takut bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat “Living Religiously with Science and Technology”, madrasah terus berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga unggul dalam penguasaan sains dan teknologi global serta adaptif terhadap kemajuan zaman.